Perbandingan
harga gaharu di pasaran sangat bervariasi. Harga batang pohon gaharu terbilang mahal mulai terendah Rp 300
ribu/kg. Namun jika kualitasnya baik harganya bisa mencapai
Rp 250
juta/kg. Satu pohon budidaya bisa menghasilkan 20 kg.
Ternyata dari 1 pohon gaharu yang di tanam 5 - 8 tahun akan menghasilkan
10 juta. Bahkan hingga 20 juta, itulah kata beberapa pakar dan petani
gaharu yang sudah membudidayakan pohon "emas" ini.
Harga gaharu kualitas kelas 1 mencapai Rp350 juta per
kilogram, kelas 2 Rp35 juta, dan kelas 3 Rp5 juta per kilogram. Kulit
dan serbuk kayunya juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dupa atau
bahan terapi aroma. Selain ditentukan dari jenisnya, kualitas gaharu
juga ditentukan oleh banyaknya kandungan getah (resin) dalam jaringan
kayunya. Semakin tinggi kandungan getah di dalamnya, harganya semakin
mahal.
Dalam lima tahun terakhir total ekspor kayu gaharu Indonesia mencapai
170-573 ton dan menghasilkan devisa sebesar US$26 juta di tahun 2006
dan meningkat menjadi US$86 juta pada tahun 2010. Kayu gaharu yang biasa
diekspor berbentuk chips, blok, bubuk dan minyak.
Potensi gaharu di Indonesia diperkirakan mencapai 600.000 ton setahun
dengan sentra produksi di Papua, Kalimantan dan Sumatera. Harga gaharu
Indonesia berkisar antara Rp100.000 dan Rp150.000 per kilogram
tergantung kualitasnya. Baru-baru ini, pertanian gaharu telah mulai
dikembangkan di daerah Bangka, Sukabumi, Bogor, Lampung dan Nusa
Tenggara Timur.
Kualitas super gaharu di Indonesia adalah
Aquilaria filaria berasal dari
hutan Kalimantan Timur yang bisa terjual hingga Rp150 juta per
kilogram. Di China jenis kayu tersebut dapat terjual hingga
Rp 400 juta
per kilogram, sedangkan di kawasan Timur Tengah harganya bisa mencapai
Rp 300 juta per kilogram.
Di negara-negara tujuan ekspor, kayu itu digunakan untuk bahan
obat-obatan, bahan baku parfum, aroma terapi, suvenir dan perlengkapan
ritual keagamaan.